Pasca Gempa Nagekeo, 600 Anak Ikuti Trauma Healing dan Disiapkan Sekolah Darurat

foto: esdm.go.id
ket: kegiatan trauma healing sebagai bagian dari bakti sosial Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

BUNGKAM.COM, NAGEKEO – Pemulihan pascagempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya menyasar kebutuhan pangan dan kesehatan warga. Pemerintah juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis dan keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana.


Sebanyak 600 anak di Nagekeo mengikuti kegiatan trauma healing sebagai bagian dari bakti sosial Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 30 September hingga 2 Oktober 2026.


Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak mengurangi dampak psikologis akibat gempa sekaligus membangun kembali semangat mereka untuk beraktivitas dan belajar.


Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Permasalahan Hukum Sektor ESDM sekaligus Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana.


“Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat serta menumbuhkan kembali semangat dan optimisme anak-anak yang terdampak gempa,” kata Rudy.


Untuk mendukung kegiatan belajar selama masa pemulihan, Kementerian ESDM juga menyiapkan 1.000 unit terpal yang dapat digunakan sebagai sarana sekolah darurat. Selain itu, bantuan pendidikan mencakup tujuh unit perangkat audio visual, 335 pasang seragam untuk siswa dan guru, serta 229 pasang sepatu sekolah.


Dukungan tersebut menjadi bagian dari bakti sosial dalam rangka Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 yang dipusatkan di tiga lokasi, yakni Desa Lebolewa dan Posko Utama Pengungsian Mbay di Kecamatan Aesesa serta Desa Ladolima, Kecamatan Keo Tengah.


Selain pendidikan dan pendampingan psikologis, pemulihan warga juga didukung melalui layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.


Kementerian ESDM bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM menyalurkan bantuan senilai Rp2,6 miliar dengan sasaran sekitar 5.000 warga.


Bantuan tersebut meliputi 5.000 paket sembako, 5.000 paket layanan kesehatan, serta 300 paket selimut dan kelambu. Untuk membantu kebutuhan energi dan air bersih di lokasi terdampak, disediakan pula 25 unit genset dan 21 unit toren air.


Layanan kesehatan diberikan secara gratis di setiap lokasi kegiatan. Tenaga medis dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, BPH Migas, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, bersama relawan tenaga kesehatan Kabupaten Nagekeo, turut memberikan pelayanan kepada warga.


“Kami membagikan sembako dan memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Semoga masyarakat dapat terbantu, kesehatan tetap terjaga, serta diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujar Rudy saat meninjau kegiatan di Desa Lebolewa.


Salah satu warga, Antonius, petani berusia 73 tahun asal Desa Lebolewa, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan yang datang langsung ke desanya.


“Kami sangat senang kalau diberi bantuan, kalau tidak kami bagaimana. Kami senang datang dokter ke sini karena sudah beberapa kali kami kontrol terus jauh ke rumah sakit Aeramo. Terima kasih kami sudah dibantu,” tuturnya.


Rombongan Kementerian ESDM juga mengunjungi RSUD Aeramo. Sebanyak 200 paket bantuan diserahkan kepada tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut, sekaligus dilakukan diskusi mengenai kebutuhan fasilitas kesehatan selama masa pemulihan.


Penasihat DWP Kementerian ESDM Sri Suparni Bahlil mengatakan bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat NTT melewati masa pemulihan setelah bencana.


“Semoga apa yang kita berikan ini senantiasa memberikan manfaat dan keberkahan. Kita juga mendoakan masyarakat NTT agar segera pulih,” ujar Sri Suparni.


Pemerintah Kecamatan Aesesa turut mengapresiasi dukungan tersebut. Kepala Kantor Kecamatan Aesesa Yacobus Laga Kota mengatakan bantuan kesehatan dan kebutuhan masyarakat menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi dampak bencana.


Melalui dukungan yang mencakup pemulihan psikologis anak, pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, listrik dan air bersih, bakti sosial Kementerian ESDM diharapkan dapat membantu warga Nagekeo kembali menjalani aktivitas secara bertahap setelah gempa.

Post a Comment

أحدث أقدم