![]() |
| foto: habarpam ket: Kegiatan jumpa pers di Aula PAM Bandarmasih |
BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Enam titik keran air tawar gratis disiapkan PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah krisis air baku yang belum berakhir.
Selain layanan tersebut, perusahaan juga mengoptimalkan armada tangki dan menambah kapasitas pompa untuk menjaga pasokan air kepada pelanggan.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan berbagai langkah tersebut dilakukan karena kondisi air baku masih terdampak kemarau berkepanjangan dan intrusi air laut selama kurang lebih dua bulan terakhir. Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (13/10/2026).
Salah satu kendala utama saat ini adalah tingginya kadar garam di Sungai Bilu yang masih berada di atas standar pengolahan. Kondisi tersebut membatasi produksi air melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1, sehingga pasokan belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan secara optimal, terutama di wilayah Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat.
Untuk menambah pasokan air baku, PAM Bandarmasih meningkatkan sistem kelistrikan dan kapasitas pompa di Intake Pematang Panjang. Kapasitas pompa dinaikkan dari 280 menjadi 500 liter per detik per unit. Dua unit pompa dioperasikan selama 24 jam guna mendukung peningkatan pasokan.
Di sisi pelayanan, sebanyak 21 armada dikerahkan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat. Armada tersebut terdiri atas enam truk tangki milik PAM Bandarmasih, empat kendaraan pickup yang dimodifikasi, serta 11 armada bantuan dari Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar).
Perusahaan juga menyiapkan dan mengisi 100 tandon air di sejumlah lokasi. Distribusi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi serta kemampuan pelayanan di setiap wilayah agar bantuan dapat menjangkau pelanggan yang membutuhkan.
Masyarakat yang memerlukan air tawar juga dapat memanfaatkan enam titik keran gratis yang disediakan PAM Bandarmasih. Empat lokasi melayani selama 24 jam setiap hari, yakni Kantor Utama PAM Bandarmasih, Booster S. Parman, Kantor Bantu Cemara, dan Kantor MTP Sungai Lulut.
Sementara itu, layanan di Tower Soetoyo S tersedia hingga pukul 24.00 WITA dan Kantor Bantu K.S. Tubun hingga pukul 22.00 WITA.
Zulbadi menyebutkan, berdasarkan evaluasi perusahaan, sebanyak 16 wilayah mengalami peningkatan status pelayanan setelah berbagai langkah penanganan dilakukan. Meski demikian, pemantauan air baku, evaluasi distribusi, dan pengaturan pola pelayanan masih terus berjalan untuk memperbaiki kondisi pasokan.
“Kami terus berupaya memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui peningkatan infrastruktur maupun pelayanan alternatif kepada masyarakat. Kami berharap dukungan dan pengertian pelanggan selama kondisi air baku belum kembali normal,” tandasnya.
PAM Bandarmasih menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih mengalami gangguan distribusi. Upaya peningkatan infrastruktur dan penyediaan layanan alternatif akan terus dilakukan hingga kondisi air baku memungkinkan pelayanan kembali berjalan lebih optimal.

إرسال تعليق