![]() |
| foto: istimewa ket : direktur utama dan direktur operasional pam bandarmasih saat memantau ketersediaan air baku |
BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Puncak musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air baku di Kota Banjarmasin, Senin (10/8), kadar garam di Sungai Bilu tercatat mencapai 2.119 PPM akibat intrusi air laut.
Kondisi tersebut membuat PAM Bandarmasih terpaksa menghentikan operasional Intake Sungai Bilu. Keputusan ini diambil lantaran kondisi air baku tidak memungkinkan untuk diolah secara optimal.
Penghentian intake tersebut berdampak langsung terhadap debit distribusi air bersih ke sejumlah wilayah pelayanan. Penurunan paling signifikan terjadi di Banjarmasin Barat yang mencapai sekitar 40 persen.
Sementara distribusi melalui Booster S Parman turun sekitar 39 persen. Adapun wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur masing-masing mengalami penurunan sekitar 8 persen, serta sebagian kawasan Banjarmasin Utara.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi mengatakan, pihaknya kini terus mencari berbagai alternatif untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan di tengah keterbatasan air baku.
"Saat ini kami terus mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan air baku. Salah satu yang sedang kami usulkan adalah pemanfaatan air untuk kebutuhan MCK, tentunya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku," ujar Zulbadi.
Menurutnya, pemanfaatan air dengan kadar garam di atas standar tersebut masih sebatas opsi yang sedang diusulkan dan akan diperuntukkan bagi kebutuhan nonkonsumsi seperti mandi, cuci, dan kakus, dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan serta ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, manajemen PAM Bandarmasih juga melakukan optimalisasi sumber air baku lainnya.
Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firwana menjelaskan, transfer air dari IPA 2 Pramuka ke IPA 1 terus dimaksimalkan.
Transfer air tersebut mencapai sekitar 1.000 meter kubik per jam. Dengan skema itu, debit pelayanan IPA 1 masih dapat dimaksimalkan hingga sekitar 1.750 meter kubik per jam.
"Kalau kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan beroperasi, kami juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu distribusi kepada pelanggan," jelas Irwan.
PAM Bandarmasih memastikan penyesuaian distribusi akan terus dilakukan berdasarkan kondisi air baku dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.
Jika kondisi Sungai Bilu kembali membaik dan kadar garam memungkinkan untuk dilakukan pengolahan, operasional Intake Sungai Bilu akan kembali disesuaikan guna memenuhi kebutuhan distribusi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta turut mengantisipasi keterbatasan air dengan menggunakan air secara bijak dan menampung persediaan di rumah.
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi saat ini. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan," pungkasnya.

إرسال تعليق