![]() |
| foto: istimewa ket: Dr Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH |
BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Bakal Calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030, Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH, menegaskan komitmennya membawa ULM menuju perguruan tinggi berkelas dunia melalui empat agenda transformasi yang menjadi fokus utama jika dipercaya memimpin kampus tersebut.
Saat ditemui di Kampus ULM Banjarmasin, Selasa (21/7), Iwan mengatakan, dirinya telah mempersiapkan diri secara menyeluruh untuk mengikuti Pemilihan Rektor (Pilrek) ULM.
Kesiapan itu didukung pengalaman panjang di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola perguruan tinggi.
"Saya telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik dari sisi akademik, penelitian, pengabdian, maupun pengalaman manajerial yang selama ini saya jalani," ujar Iwan.
Saat ini, Iwan menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ULM. Sebelumnya, ia dipercaya memimpin Fakultas Kedokteran ULM sebagai dekan periode 2020–2024, setelah dua periode menjabat sebagai wakil dekan.
Tak hanya berkiprah di lingkungan kampus, Iwan juga memiliki rekam jejak di berbagai organisasi profesi dan lembaga strategis.
Diantaranya pernah menjadi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua IDI Cabang Banjarmasin, anggota Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI Kalsel, Wakil Ketua Ikatan Alumni Lemhannas Kalsel, Wakil Ketua Dewan Penasehat MTI Kalsel, hingga Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya BPJS Kesehatan Kota Banjarmasin.
Didukung latar belakang pendidikan mulai dari dokter, magister, dokter spesialis, doktor hingga sarjana hukum yang ditempuh di ULM, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan STIH Sultan Adam, Iwan optimistis mampu membawa perubahan bagi ULM.
Dalam visinya, terdapat empat agenda transformasi yang akan menjadi prioritas. Pertama adalah mempercepat internasionalisasi kampus melalui pengembangan kelas internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta memperluas kolaborasi riset dengan perguruan tinggi bereputasi di luar negeri.
Agenda kedua berfokus pada penguatan riset dan inovasi. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi dan pengembangan inovasi, bukan sekadar menjadi dokumen akademik.
Transformasi ketiga diarahkan pada digitalisasi di seluruh lini layanan kampus. Mulai dari proses akademik, administrasi hingga pengelolaan keuangan, seluruh sistem diharapkan berjalan lebih efektif, efisien, dan terintegrasi dengan teknologi digital.
Sementara agenda keempat menitikberatkan pada kemandirian dan keberlanjutan finansial universitas.
Iwan mendorong pengembangan berbagai unit usaha produktif, seperti rumah sakit pendidikan, sektor perkebunan, perhotelan, hingga bidang bisnis lainnya agar ULM tidak hanya bergantung pada dana pemerintah maupun pendapatan dari UKT.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas keuangan universitas apabila terjadi perubahan kebijakan fiskal di masa mendatang.
Melalui empat agenda transformasi itu, Iwan berharap ULM mampu tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, mandiri, serta memiliki daya saing di tingkat internasional. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan transformasi kampus membutuhkan dukungan seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Saya optimistis, dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, ULM dapat berkembang menjadi universitas berkelas dunia yang tetap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Selatan maupun Indonesia," pungkasnya.

إرسال تعليق