Misteri di Balik Tewasnya Dua Siswa Saat Kemah Akbar, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

foto: bungkam.com,
ket: kapolsek alalak, ipda bistok panjaitan

 


BUNGKAM.COM, MARABAHAN — Duka menyelimuti kegiatan Kemah Akbar Pramuka MTs Muhammadiyah Al-Furqon. Dua siswa meninggal dunia setelah ditemukan tenggelam di sebuah kolam di kawasan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kabupaten Barito Kuala, pada Minggu (6/9) kemarin.


Kedua siswa tersebut adalah MFA (13) dan RAF (13), yang meninggal dunia karena tenggelam usai mengikuti rangkaian kegiatan pramuka yang digelar oleh MTs Muhammadiyah Al-Furqon.


Hingga saat ini, setidaknya sudah ada sembilan saksi yang sidah diperiksa pihak kepolisian, yakni panitia penyelenggara kegiatan, serta orang tua korban pun sudah dimintai keterangan. 


Kapolres Barito Kuala, AKBP Susila Wati, melalui Kapolsek Alalak, Ipda Bistok Panjaitan mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa yang merenggut nyawa dua siswa tersebut.


Pada kesempatan ini, Ia pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.


"Pertama-tama kami dari Polsek mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga atas meninggalnya kedua korban," ujar Ipda Bistok, saat ditemui awak media, Selasa (8/9) siang.


Dari pemeriksaan sementara kepolisian, papar Bistok, kejadian bermula ketika para siswa mengikuti kegiatan pramuka.


Salah satu rangkaiannya yakni wide game, berupa permainan atau tantangan yang diikuti para peserta kemah.


Setelah kegiatan selesai, sejumlah siswa disebut merasa tubuhnya kotor, dan mereka pun diminta untuk membersihkan diri di kolam yang ada di kawasan tersebut.


Namun, suasana berubah ketika anggota kelompok menyadari dua rekannya tidak lagi berada bersama mereka.


Merasa kehilangan, siswa lainnya kemudian melakukan pencarian, dan penelusuran mengarah ke kolam tempat mereka sebelumnya mandi.


"Dua siswa yang dicari akhirnya ditemukan berada di dalam kolam," papar Bistok


"Kemudian keduanya pun diangkat ke darat, diberikan upaya penyelamatan awal, baru diarahkan ke rumah sakit terdekat," lanjutnya.


Kedua korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.


Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Pihak rumah sakit kemudian menyatakan kedua siswa telah meninggal dunia.


Pasca kejadian, Polsek Alalak dibantu jajaran Satreskrim Polres Barito Kuala langsung melakukan penanganan di lokasi.


Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk terkait insiden tersebut. Sejumlah barang bukti juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.


Tak hanya itu, polisi mulai memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui rangkaian kegiatan maupun kejadian tersebut.


Saksi yang diperiksa di antaranya berasal dari panitia atau penyelenggara kegiatan pramuka.


"Kami juga sudah melakukan pendalaman dalam pemeriksaan beberapa saksi-saksi, baik dari keluarga korban yang baru kemarin kami konfirmasi, maupun saksi lainnya," tambahnya.


Selanjutnya, pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap teman dan kerabat korban yang ada saat kejadian, untuk mengetahui secara pasti kejadian naas tersebut bisa terjadi.


Hingga kini, polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengetahui secara jelas bagaimana kedua siswa tersebut bisa tenggelam, termasuk memastikan seluruh fakta di balik musibah saat kegiatan kemah akbar tersebut.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama