![]() |
| Foto: Humas Pemko Banjarmasin Ket: Proses pengerukan kolam Taman Kamboja, Banjarmasin |
BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menghidupkan kembali fungsi kolam di kawasan Taman Kamboja sebagai bagian dari infrastruktur pengelolaan air perkotaan.
Langkah tersebut ditandai dengan dimulainya pengerukan kolam pada Senin (7/9/2026). Endapan yang menumpuk di dasar kolam diangkat untuk memberikan ruang tampung yang lebih besar.
Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR menyebut pengerukan ini menjadi bagian dari pembenahan fasilitas kota yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan penanganan secara menyeluruh.
“Hari ini kita melakukan pengerukan kolam di Taman Kamboja yang diperkirakan mungkin sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah dikeruk secara menyeluruh,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi dasar kolam yang dipenuhi sedimentasi secara perlahan mengurangi kemampuan kolam dalam menampung air.
"Karena itu, pengerukan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas yang sebelumnya tergerus oleh endapan," bebernya.
Yamin menegaskan bahwa keberadaan kolam tersebut tidak hanya berkaitan dengan penataan kawasan Taman Kamboja.
Kolam memiliki fungsi sebagai ruang retensi yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi peningkatan debit air.
“Kita ingin mengembalikan fungsi kolam ini sebagai ruang retensi air di tengah kota. Sedimentasi yang menumpuk kita angkat agar daya tampungnya bertambah,” jelasnya.
Menurut Yamin, optimalisasi ruang retensi menjadi penting karena pengelolaan air di Banjarmasin membutuhkan dukungan dari berbagai infrastruktur.
"Sungai dan drainase harus ditopang dengan ruang yang mampu menampung air sementara," imbuhnya.
Saat hujan deras, kolam yang telah dikembalikan kapasitasnya diharapkan dapat menjadi salah satu tempat untuk menahan limpasan sebelum air bergerak melalui sistem drainase.
“Sehingga ketika hujan deras kolam ini dapat menahan sementara limpasan air dan membantu mengurangi genangan,” tegasnya.
Pemkot Banjarmasin, lanjut Yamin, tidak ingin pembenahan hanya dilakukan pada satu fasilitas. Sejumlah ruang dan infrastruktur yang memiliki fungsi terhadap pengendalian air akan terus dioptimalkan secara bertahap.
“Ini bagian dari upaya kita membenahi pengendalian air di Banjarmasin. Sungai, drainase, dan ruang-ruang retensi harus kita optimalkan bersama. Insyaallah kita kerjakan bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pengerukan kolam Taman Kamboja sekaligus menjadi upaya memaksimalkan aset yang telah dimiliki kota. Setelah sedimentasi diangkat, kolam diharapkan kembali memiliki ruang yang memadai untuk menjalankan fungsi retensinya.
Dengan demikian, penanganan kolam tidak hanya berorientasi pada kondisi fisik kawasan taman, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sistem pengelolaan air Banjarmasin secara keseluruhan.

إرسال تعليق