Kementerian ESDM Kerahkan 58 Tim Minerba untuk Bantu Warga Terdampak Gempa NTT

foto: esdm.go.id
ket: Tim tanggap darurat dari subsektor mineral dan batubara (minerba)



BUNGKAM.COM, JAKARTA – Penanganan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. 


Tidak hanya pemerintah dan relawan, dunia usaha subsektor mineral dan batubara (minerba) turut turun langsung melalui pengerahan puluhan tim tanggap darurat ke sejumlah wilayah terdampak.


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama pelaku usaha subsektor minerba mengerahkan 58 tim yang berasal dari 82 perusahaan untuk membantu penanganan bencana sejak gempa melanda NTT pada pertengahan Agustus 2026.


Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, keterlibatan pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan masyarakat yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi darurat.


“Sebanyak 58 tim yang berasal dari 82 perusahaan telah kami kerahkan untuk memberikan dukungan di lapangan,” ujar Tri di Jakarta, Rabu (2/9/2026).


Selain mengerahkan tim tanggap darurat, Kementerian ESDM juga menempatkan Inspektur Tambang penempatan provinsi di sejumlah titik. Mereka bertugas mendampingi sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar penanganan bencana dapat berjalan lebih terarah.


Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendirian posko tanggap darurat di sejumlah kabupaten, di antaranya Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo. Posko tersebut menjadi titik pelayanan bagi masyarakat dengan dukungan tenaga kesehatan, personel penyelamatan, hingga petugas logistik.


Melalui Program ESDM Siaga Bencana yang telah berjalan sejak 16 Agustus 2026, personel dan bantuan kemanusiaan dikerahkan ke berbagai wilayah yang terdampak gempa. 


Tim di lapangan tidak hanya membantu pencarian dan pertolongan, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan serta mendistribusikan kebutuhan logistik masyarakat.


Tri menilai keterlibatan perusahaan dari sektor ESDM menunjukkan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat ketika terjadi bencana. 


Ia pun memberikan apresiasi kepada perusahaan pertambangan yang berada di sekitar wilayah terdampak maupun perusahaan dari daerah lain yang ikut mengambil bagian.


“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha sektor ESDM yang telah turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana di NTT,” katanya.


Menurut Tri, bantuan berupa personel, layanan kesehatan, dan logistik memiliki arti penting karena dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.


Ia menambahkan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai dapat memperkuat respons sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.


“Kehadiran dunia usaha di tengah masyarakat menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh elemen bangsa,” tuturnya.


Semangat kolaborasi tersebut diharapkan terus dipertahankan hingga masa pemulihan pascabencana. Dengan keterlibatan berbagai unsur, kebutuhan masyarakat terdampak diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat, mulai dari kebutuhan dasar, kesehatan, keselamatan, hingga dukungan untuk bangkit kembali setelah bencana.

Post a Comment

أحدث أقدم