Hadapi Krisis Air Baku Saat Kemarau, PAM Bandarmasih Rancang Pipa 9,3 Kilometer

foto: istimewa
ket: pam bandarmasih dan pemko banjarmasin gelar audiensi
bersama direktorat jendral sumber daya air
 


BUNGKAM.COM, JAKARTA – Persoalan air baku kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin. Intrusi air laut yang kerap terjadi saat musim kemarau dinilai perlu ditangani dengan langkah jangka panjang agar tidak terus berdampak terhadap pelayanan air bersih masyarakat.


Langkah penguatan sumber air baku tersebut dibahas Pemko Banjarmasin bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dalam audiensi di Jakarta Selatan, Jumat (11/9).


Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar hadir bersama Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi dan Direktur Umum dan Pemasaran Yulia Riana Sari. 


Pertemuan tersebut membahas penanganan kondisi air baku sekaligus rencana pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan.


Dampak intrusi air laut saat ini cukup signifikan. Di sejumlah wilayah pelayanan, distribusi air bersih mengalami penurunan sekitar 40 hingga 60 persen.


Untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan, PAM Bandarmasih melakukan sejumlah langkah darurat. Di antaranya mendistribusikan air menggunakan mobil tangki serta menyediakan 27 tandon dengan kapasitas masing-masing 3.000 liter.


Namun, penanganan tersebut bersifat sementara, Untuk mengatasi persoalan secara lebih permanen, salah satu rencana yang dibahas adalah membangun jaringan pipa berdiameter 1.200 milimeter dengan panjang sekitar 9,3 kilometer.


Jaringan tersebut direncanakan menghubungkan kawasan Sungai Tabuk menuju sistem intake PAM Bandarmasih.


Pemanfaatan sumber air yang berada lebih ke arah hulu diharapkan dapat mengurangi dampak intrusi air laut sekaligus meningkatkan ketahanan pasokan air baku bagi Kota Banjarmasin.


Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi mengatakan, penguatan sumber air baku menjadi bagian penting dalam menjamin kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.


“Ini tentang bentuk usaha jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air baku. Kita ingin memperkuat sumber air baku agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kondisi krisis terjadi.”


Pemko Banjarmasin dan PAM Bandarmasih selanjutnya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong realisasi rencana penguatan infrastruktur tersebut.


Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi saat musim kemarau dan intrusi air laut terjadi, tetapi juga memperkuat sistem penyediaan air baku Banjarmasin untuk kebutuhan masyarakat di masa mendatang.


Post a Comment

أحدث أقدم