Atasi Bara di Bawah Gambut, Polda Kalsel Terapkan Metode Cairan Surfaktan

foto: istimewa
ket: Polda Kalsel memperlihatkan penggunaan cairan surfaktan melalui pipa undercooling untuk mendinginkan lahan gambut yang terbakar di Guntung Damar, Banjarbaru.

BUNGKAM.COM, BANJARBARU – Bara api di bawah permukaan lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 


Untuk mengatasinya, Polda Kalimantan Selatan mengembangkan penggunaan cairan surfaktan ramah lingkungan yang diaplikasikan langsung ke dalam tanah.


Metode tersebut diterapkan di Jalan Sempati, Kelurahan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, dan ditinjau langsung Waastamaops Polri Irjen Pol Laksana, S.I.K., Selasa (15/9/2026) malam.


Dalam penerapannya, cairan surfaktan dimasukkan ke lapisan gambut menggunakan pipa undercooling berlubang. Cara ini memungkinkan cairan menjangkau bagian tanah yang berpotensi masih menyimpan bara.


Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan penggunaan surfaktan memiliki perbedaan dibandingkan pembasahan menggunakan air biasa.


“Cairan surfaktan ini mampu membasahi lapisan gambut lebih cepat, meresap ke dalam tanah, dan membentuk lapisan busa di permukaan,” jelas Nur Khamid.


Keberhasilan metode tersebut kemudian dipantau menggunakan drone thermal. Dari pemantauan, suhu lahan yang sebelumnya berada di kisaran 130 derajat Celsius disebut turun hingga sekitar 30 derajat Celsius setelah cairan diaplikasikan.


“Dalam satu menit, cairan surfaktan ramah lingkungan ini dapat mendinginkan lahan gambut yang terbakar,” tuturnya.


Nur Khamid menambahkan, cairan tersebut juga ditujukan untuk mencegah bara kembali menjadi sumber api. Lapisan yang terbentuk dari surfaktan disebut dapat mengurangi pasokan oksigen menuju sumber api.


“Inovasi ini mampu mendinginkan dan memadamkan bara api secara permanen,” pungkasnya. 


Selain menekan bara di dalam gambut, penggunaan surfaktan juga dinilai dapat menghemat kebutuhan air selama proses pemadaman dan pembasahan lahan.


Peninjauan di lokasi turut dihadiri Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Benny Iskandar, S.I.K., M.Si., Wakapolda Kalsel serta sejumlah Pejabat Utama Polda Kalsel.


Polda Kalsel mengembangkan metode tersebut sebagai salah satu inovasi dalam penanganan Karhutla di lahan gambut dengan mengedepankan efektivitas pemadaman, efisiensi penggunaan air dan aspek ramah lingkungan.

Post a Comment

أحدث أقدم