![]() |
| foto: bungkam.com ket: sebulan lebih warga kuin cerucuk tidak dapatkan air bersih |
BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Gangguan distribusi air bersih kembali dirasakan warga di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Pasokan air dari PAM Bandarmasih disebut macet kurang lebih dalam sebulan terakhir, membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Berkurangnya debit air tawar di Sungai Martapura membuat air laut lebih mudah masuk ke badan sungai atau mengalami intrusi. Sehingga kondisi itu berdampak terhadap sumber air baku yang digunakan PAM Bandarmasih.
Meningkatnya kadar air laut pada sumber air baku membuat proses pengolahan air menjadi lebih sulit dan turut memengaruhi kelancaran distribusi ke pelanggan.
Di tengah kondisi tersebut, warga Kuin Cerucuk mengaku kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum.
Warga Rt 36, Abdurahman mengatakan, gangguan air PAM ini sudah berlangsung sebulan lebih.
"Sudah sebulan lebih airnya mati. Jadi kalau untuk makan dan minum kadang-kadang kita minta sama tetangga, karena mereka ada pakai mesin, jadi kadang-kdang airnya jalan," ujar Abdurahman, Rabu (2/9) siang.
"Kalau untuk kebutuhan mandi dan cuci baju, kita mengambil air ke sungai saja,' lanjutnya.
Ia mengungkapkan, untuk saat ini kondisinya, baik siang maupun malam untuk air tidak ada jalan sama sekali.
"Kalau sebelumnya itu ada jalan pas tengah malam sekitar jam 2, dan itu pun sedikit airnya. Kalau sekarang tidak jalan sama sekali airnya," ungkapnya.
Ia berharap PAM Bandarmasih segera mengambil langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak. Pasalnya, Ia mengaku setiap bulannya selalu membayar tagihan air, namun tidak mendapatkan air secara lancar.
Keluhan serupa juga disampaikan Aya, warga Rt 07 Gang Gondang Mas. Ia mengatakan air PAM di rumahnya bahkan tidak mengalir sama sekali selama dua mingg terakhir.
“Airnya mati total, seandainya titik-titik juga ada yang diharapkan, yang ada ini tidak ada sama sekali," keluh Aya.
"Kalau yang sebelumnya juga tidak terlalu lancar, kadang jalan kadang tidak, tapi dalam setengah bulan terakhir airnya mati total," tambahnya.
Bahkan, ungkap Aya, beberapa warga setempat juga tidak bisa mendapatkan meski sudah menggunakan mesin pompa air.
"Mereka yang pakai mesin saja tidak dapat air, apalagi kami yang tidak pakai mesin ini lebih parah lagi," ungkap Aya.
Akibat gangguan tersebut, Aya bersama keluarganya terpaksa mengambil air disungai untuk memenuhi kebutuhan mandi dan yang lainnya.
“Semua warga di gang ini mengambil air ke sungai saja lagi untuk bertahan. Kalau untuk makan dan minum saya terpaksa minta ketempat keluarga atau minta di tempat kerja," katanya.
Aya juga berharap adanya penanganan cepat dari PAM Bandarmasih, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
“Kami bayar PAM tiap bulan lancar, tapi giliran pelayanan seperti ini. Mohon pimpinan PAM Bandarmasih cepat tanggap dan kirim bantuan air bersih ke tempat kami,” pungkasnya.
Gangguan distribusi air ini menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat akibat kondisi sumber air baku di tengah kemarau panjang.
Intrusi air laut ke Sungai Martapura menyebabkan kadar air baku meningkat, sehingga PAM Bandarmasih harus melakukan penanganan khusus dalam proses pengolahan agar air yang didistribusikan tetap memenuhi standar.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi sistem penyediaan air bersih di Banjarmasin, terutama ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang dan debit air sungai terus menurun.
Warga berharap kondisi tersebut segera teratasi dan distribusi air kembali normal. Mereka juga meminta adanya suplai air bersih darurat selama gangguan pelayanan masih berlangsung.

Posting Komentar