26 Agustus–1 September, Kalsel Diprediksi Cerah Berawan dan Minim Hujan

foto: Kalselprov.go.id
ket: Informasi prospek cuaca Kalimantan Selatan


BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Kondisi cuaca di Kalimantan Selatan diprakirakan masih didominasi cerah hingga berawan hingga awal September 2026. 


Situasi tersebut membuat masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan, terutama potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin memprakirakan kondisi tersebut berlaku pada 26 Agustus hingga 1 September 2026. 


Informasi yang diperbarui Selasa (25/8/2026) itu juga mencatat adanya peluang hujan ringan secara lokal di sejumlah wilayah.


Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin, Bayu Kencana Putra, mengatakan kondisi atmosfer secara umum masih mendukung terbentuknya cuaca cerah hingga berawan.


“Secara umum kondisi cuaca diprakirakan cerah hingga berawan,” ujar Bayu, Selasa (25/8/2026).


Selama periode tersebut, suhu udara di Kalsel diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 36 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar 35–97 persen, sementara angin diprediksi bergerak dari Timur Laut hingga Selatan dengan kecepatan sekitar 5–25 kilometer per jam.


Pada 26–28 Agustus, peluang hujan ringan lokal terutama berada di kawasan Kalsel bagian timur. Wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu menjadi daerah yang masih berpotensi mengalami hujan, sementara sebagian besar wilayah lainnya cenderung cerah hingga berawan.


Wilayah utara yang mencakup Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Utara juga diprakirakan mengalami kondisi cerah hingga berawan. Begitu pula wilayah selatan dan barat, termasuk Banjarmasin dan Banjarbaru.


Memasuki 29 Agustus hingga 1 September, pola cuaca diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Sebagian besar wilayah Kalsel masih cerah hingga berawan, sedangkan peluang hujan ringan lokal tetap ada di bagian utara dan timur.


“Potensi hujan ringan lokal masih dapat terjadi terutama di wilayah bagian timur pada periode 26 sampai 28 Agustus,” jelasnya.


Di tengah kondisi cuaca tersebut, masyarakat pesisir juga diminta memperhatikan perkembangan pasang air laut. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca maupun potensi gelombang tinggi selama periode prakiraan, namun terdapat potensi pasang maksimum di Perairan Kotabaru.


Potensi pasang tersebut diperkirakan terjadi pada 27 Agustus hingga 1 September, terutama sekitar pukul 06.00–08.00 WITA dan 19.00–21.00 WITA. Ketinggian air maksimum diprakirakan mencapai 2,7 meter.


“Untuk peringatan dini cuaca dan potensi gelombang tinggi pada periode ini nihil. Namun, ada potensi pasang air laut maksimum di Perairan Kotabaru,” ungkapnya.


Sementara itu, kondisi cuaca yang cenderung kering membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tetap diperlukan. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.


Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk aktivitas pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok dan pembukaan lahan dengan cara dibakar. 


Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati karena api dapat dengan mudah menyebar pada kondisi lingkungan yang kering.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar,” tandasnya. 


Dengan kondisi cuaca yang relatif stabil hingga awal September, masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca maupun kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

Post a Comment

أحدث أقدم