Yayasan Hasnur Center dan Kemenko PMK Satukan Langkah Tekan Angka NEET, Ribuan Pemuda Banua Jadi Fokus Penguatan

Foto : bungkam.com, ket : yayasan hasnus center bersama kemenko pmk gelar ramah Indonesia : muda bersuara 3



BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Upaya meningkatkan kualitas generasi muda di Kalimantan Selatan terus diperkuat oleh semua pihak, salah satunya Yayasan Hasnur Center (YHC).


YHC berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) menggelar kegiatan Ramah Indonesia: Muda Bersuara 3 di Global International Boarding School (GIBS), Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Lumbah, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (30/6).



Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK RI Prof. Warsito, jajaran Yayasan Hasnur Center, perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, serta sejumlah tamu undangan.


Prof. Warsito menegaskan, bahwa pembangunan kepemudaan menjadi salah satu agenda penting pemerintah. 


Melalui forum ini, pihaknya berharap berbagai indikator pembangunan pemuda di Kalimantan Selatan dapat mengalami peningkatan.



Ia juga menyoroti masih tingginya angka pemuda yang masuk kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET), yakni mereka yang tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan.


"Berdasarkan data Dispora Kalimantan Selatan, sekitar 12 persen pemuda laki-laki dan 36 persen pemuda perempuan masih berada dalam kategori NEET. Kondisi ini menjadi perhatian serius yang harus ditangani secara bersama-sama," kata Prof. Warsito.


Selain menekan angka NEET, pemerintah juga mendorong terciptanya kesetaraan kesempatan bagi pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berpartisipasi dalam dunia kerja, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai institusi lainnya.


Menurutnya, apabila berbagai indikator tersebut mampu diperbaiki, maka Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kalimantan Selatan berpeluang meningkat bahkan melampaui rata-rata nasional.


Di sisi lain, Direktur Yayasan Hasnur Center, Dr. H. Zulfikar Alimuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen lembaganya dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Banua.


Ia menjelaskan, sejak 2014 Yayasan Hasnur Center telah menjalankan program Pemuda Bakti Banuasebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda.


"Hingga saat ini sekitar 30 ribu pemuda telah terlibat dalam berbagai program kami, baik sebagai relawan, penerima manfaat, maupun melalui pendidikan formal. Sejak awal, Yayasan Hasnur Center memang dibangun dengan fokus utama pada pemberdayaan pemuda," ujarnya.


Zulfikar menambahkan, Yayasan Hasnur Center menjadi lembaga swasta pertama di Indonesia yang secara mandiri mendukung program pembangunan kepemudaan pemerintah.


Sejak 2024, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan program nyata bagi generasi muda.


"Kami ingin menunjukkan bahwa dukungan terhadap pembangunan pemuda bukan hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan melalui program yang telah berjalan selama bertahun-tahun,” ucapnya.


“Harapannya, kegiatan ini mampu menjadi langkah konkret untuk menekan angka NEET di Kalimantan Selatan yang masih tergolong tinggi," pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama