BUNGKAM.COM, JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp772,4 miliar atau setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (6/4). Pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada investor dan penguatan kinerja keuangan jangka panjang.
“Pembagian ini menunjukkan kinerja yang stabil sepanjang 2025 sekaligus komitmen kami untuk terus memberikan return yang kompetitif kepada pemegang saham,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris.
Selain dividen, sekitar 1 persen laba bersih dialokasikan sebagai dana cadangan umum, sementara sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi usaha di masa mendatang.
RUPST turut menetapkan Liana Lim sebagai Akuntan Publik bersama Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan (anggota Deloitte Southeast Asia Limited) untuk melakukan audit laporan keuangan tahun buku 2026.
Di sisi lain, rapat juga menyepakati perubahan susunan pengurus perusahaan. Masa jabatan Komisaris Utama Daisuke Ejima dan Komisaris Honggo Widjojo Kangmasto resmi berakhir.
Sebagai penggantinya, Nobuya Kawasaki ditunjuk sebagai Komisaris Utama dan Theresia Adriana Widjaja sebagai Komisaris, dengan efektivitas jabatan menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara di jajaran direksi, Swandajani Gunadi dan Niko Kurniawan Bonggowarsito diangkat sebagai Wakil Direktur Utama, serta Takanori Mizuno sebagai Direktur.
Dengan komposisi baru tersebut, Adira Finance tetap dipimpin oleh Direktur Utama I Dewa Made Susila.
Manajemen optimistis perubahan struktur ini akan memperkuat daya saing perusahaan di industri pembiayaan, sekaligus menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan.

إرسال تعليق