Dipimpin Tokoh Nasional, AGNIA Mantapkan Langkah Konsolidasi Guru Ngaji se-Indonesia

foto: istimewa, ket: foto bersama saat kegiatan peresmian Agnia


WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Asosiasi Guru Ngaji Indonesia (AGNIA) resmi berdiri sebagai organisasi yang menghimpun dan memperkuat peran guru ngaji di seluruh penjuru tanah air. Kehadiran AGNIA menjadi langkah strategis dalam membangun gerakan yang lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan bagi para pengajar Al-Qur’an.


Dipimpin figur-figur berpengalaman di tingkat nasional, AGNIA diharapkan mampu menjadi pusat konsolidasi sekaligus penggerak utama dalam memperjuangkan kepentingan guru ngaji.


Ketua Umum AGNIA, Anggy Firmansyah yang juga Founder Masjid Sejuta Pemuda, menegaskan bahwa organisasi ini akan menjadi motor persatuan guru ngaji Indonesia.


“AGNIA diarahkan menjadi penggerak konsolidasi nasional guru ngaji, sekaligus membangun sistem organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.


Sementara itu, Sekretaris Umum AGNIA, Nanang Mubarok yang juga menjabat Ketua Umum DPP BKPRMI, menegaskan terdapat tiga agenda utama yang akan menjadi fokus gerakan AGNIA.


Pertama, konsolidasi nasional guru ngaji sebagai fondasi penguatan jaringan dan soliditas organisasi. Kedua, advokasi kebijakan agar pendidikan Al-Qur’an mendapatkan dukungan regulasi yang lebih kuat dan berpihak. Ketiga, peningkatan kapasitas guru ngaji melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, dan program berkelanjutan.


Nanang juga menjelaskan urgensi pembentukan AGNIA. Berdasarkan data BKPRMI, terdapat sekitar 928 ribu guru ngaji yang melayani pembelajaran Al-Qur’an bagi kurang lebih 270 juta umat Islam di Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran strategis guru ngaji dalam membangun literasi keagamaan bangsa.


Struktur kepengurusan AGNIA turut diperkuat oleh Bendahara Umum Muzahid Akbar Hayat, seorang akademisi dan pemerhati guru ngaji. Dukungan juga datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas AGNIA. Berdasarkan hasil penelitian Institut Al-Qur’an Jakarta, tercatat 72,25 persen Muslim di Indonesia masih buta aksara Al-Qur’an atau belum mampu membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik. Fakta ini menjadi alarm penting sekaligus mempertegas urgensi gerakan nasional peningkatan literasi Al-Qur’an yang terorganisasi dan sistematis.


Dengan dukungan Anggota DPR RI H. Sudian Noor serta kepemimpinan tokoh-tokoh nasional yang berpengalaman, AGNIA optimistis dapat tumbuh menjadi organisasi yang kuat, profesional, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan guru ngaji.


Kehadiran AGNIA menjadi simbol bahwa guru ngaji tidak lagi berjalan sendiri. Melalui satu visi bersama, organisasi ini berkomitmen memperkuat literasi Al-Qur’an dan membangun generasi berkarakter Qur’ani di Indonesia.

Post a Comment

أحدث أقدم