PAM Bandarmasih Optimalkan 21 Armada dan 86 Tandon agar Distribusi Air Bersih Lebih Tepat Sasaran

foto: habarpam
ket: PAM Bandarmasih mengoptimalkan armada tangki dan tandon


BUNGKAM.COM, 
BANJARMASIN - Penanganan gangguan distribusi air bersih di Kota Banjarmasin kini tidak hanya mengandalkan penambahan pasokan, tetapi juga pemetaan kebutuhan warga hingga tingkat RT/RW. Langkah tersebut dilakukan PAM Bandarmasih agar penempatan tandon dan pengiriman air bersih lebih tepat sasaran.


Direktur Umum dan Pemasaran PAM Bandarmasih, Yulia Riana Sari, mengatakan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi pelayanan yang belum kembali normal.


Menurutnya, informasi dari lurah dan pihak kecamatan diperlukan untuk mengetahui wilayah mana yang paling membutuhkan tambahan pasokan air bersih, termasuk menentukan lokasi tandon yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


“Koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan penting dilakukan agar kebutuhan di setiap wilayah dapat dipetakan dengan baik. Dengan begitu, penempatan tandon dan distribusi air dapat lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran,” jelas Riana.


Saat ini, PAM Bandarmasih telah menempatkan 86 unit tandon di berbagai wilayah yang terdampak gangguan distribusi. Tandon tersebut berasal dari PAM Bandarmasih maupun masyarakat.


Jumlah itu belum termasuk tandon yang disiapkan untuk kebutuhan sejumlah instansi, seperti rumah sakit, hotel, lembaga pemasyarakatan, mal, serta lembaga dan perkantoran lainnya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum.


Untuk menjaga ketersediaan air pada tandon, PAM Bandarmasih mengerahkan 21 armada. Armada tersebut terdiri dari enam mobil tangki berkapasitas 3.000 liter, empat unit pick-up yang telah dimodifikasi, serta 11 armada bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).


Pengiriman air dilakukan secara bertahap dengan rute yang terus dioptimalkan. Dalam sehari, satu armada dapat melakukan pengantaran hingga tiga kali, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.


Riana menjelaskan, pelayanan di Banjarmasin Barat, sebagian Banjarmasin Utara, serta sebagian Banjarmasin Tengah masih bertumpu pada pengolahan air di IPA 1 yang mendapatkan air baku dari Sungai Bilu.


“Air baku di IPA 1 juga mendapat tambahan dari bantuan pasokan air dari IPA 2. Kondisi ini membuat distribusi air hingga ke ujung jaringan belum dapat maksimal,” ujar Riana.


Karena kondisi tersebut, distribusi melalui tandon menjadi salah satu upaya untuk membantu warga yang berada di wilayah dengan tekanan air rendah maupun yang belum mendapatkan pelayanan secara optimal.


PAM Bandarmasih pun terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan warga dapat terdata dengan lebih rinci. Pemetaan tersebut diharapkan membuat bantuan air bersih tidak hanya tersedia, tetapi juga menjangkau kawasan yang paling membutuhkan.


Selama kondisi pelayanan belum kembali normal, PAM Bandarmasih menyatakan akan terus mengoptimalkan armada, tandon, serta sumber daya yang tersedia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama