
foto: kalselprov.go.id
ket: pembagian masker
BUNGKAM.COM, BANJARBARU — Menurunnya kualitas udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan memicu respon cepat dari sektor kesehatan daerah. Sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap kelompok rentan, Kepala Instalasi Farmasi Provinsi Kalimantan Selatan, Murjani, membagikan ratusan masker langsung kepada siswa sekolah di kawasan sekitar Banjarbaru, Selasa (13/10/2026).
Langkah proaktif ini diambil guna membentengi para pelajar dari paparan debu dan debu asap pekat yang berpotensi memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta gangguan kesehatan pernapasan lainnya selama beraktivitas di sekolah.
Murjani menegaskan bahwa anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terdampak buruk oleh polusi udara akibat karhutla.
“Melalui pembagian masker ini, kami berharap dapat membantu melindungi anak-anak dari paparan asap karhutla. Kami juga mengimbau agar para siswa tetap menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang tidak sehat,” pangkas Murjani saat ditemui di Banjarbaru.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan masker medis saat beraktivitas di luar ruangan merupakan langkah proteksi diri paling dasar yang sangat efektif menekan risiko masuknya partikel berbahaya ke dalam sistem pernapasan.
Selain menyerahkan bantuan masker, pihak Instalasi Farmasi Kalsel juga memberikan edukasi kepada warga sekolah agar peka terhadap gejala awal gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi mata. Masyarakat diimbau tidak menunda untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan tersebut.
Lebih lanjut, Murjani menekankan bahwa penanganan dampak kesehatan akibat karhutla membutuhkan kolaborasi aktif dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat. Aksi pembagian masker ini diharapkan dapat memantik aksi kepedulian sosial serupa di lingkungan pemukiman dan sekolah lainnya di Kalimantan Selatan.
Posting Komentar