![]() |
| foto: kalselprov.go.id ket: Atlet mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Akuatik cabang olahraga loncat indah Kalimantan Selatan di Kolam Renang SKB Mulawarman, 15–16 Oktober 2026 |
GAUNGINDONESIA.ID, BANJARMASIN - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Akuatik cabang olahraga loncat indah Kalimantan Selatan tak sekadar menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan perkembangan kemampuan dan membuka peluang bersaing di level yang lebih tinggi.
Digelar di Kolam Renang SKB Mulawarman pada 15–16 Oktober 2026, kejuaraan ini diikuti 50 atlet dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya menjadi salah satu indikator berkembangnya partisipasi daerah dalam pembinaan olahraga loncat indah.
Bidang Kepelatihan Akuatik Kalsel sekaligus Panitia Pelaksana Kejurprov Loncat Indah Kalsel, Eka Purnama Indah, mengatakan kejuaraan tahun ini mempertandingkan tiga kategori, yakni pemula, junior, dan senior. Pembagian tersebut memungkinkan atlet berkompetisi sesuai kelompok usia dan pengalaman bertanding.
“Pesertanya dari 10 kabupaten/kota, ada 50 atlet yang terdaftar. Ada tiga kategori, yaitu pemula, junior, dan senior,” ujar Eka, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, setiap kategori memiliki nomor pertandingan yang disesuaikan dengan kemampuan atlet. Pada kategori senior, misalnya, pertandingan mencakup loncatan papan 1 meter dan 3 meter, serta menara dengan ketinggian 5 meter, 7,5 meter, dan 10 meter.
Selain nomor perorangan, kejuaraan juga mempertandingkan nomor berpasangan papan, berpasangan menara putra-putri, pasangan campuran, hingga nomor tim yang melibatkan dua sampai empat peloncat.
Sementara itu, kategori junior mempertandingkan loncatan dari ketinggian 3 meter dan 5 meter. Adapun kategori pemula menggunakan papan 0 meter dan 1 meter, dengan pembagian kelompok usia di bawah 11 tahun serta 11–14 tahun.
Bagi atlet senior, Kejurprov juga memiliki arti penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Eka menjelaskan, agenda tahunan Akuatik Kalsel ini menjadi salah satu tahapan persiapan menuju Indonesia Open Aquatic Championship yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Jakarta.
“Ajang tersebut sekaligus menjadi tahapan seleksi atlet menuju kejuaraan akuatik tingkat Asia Tenggara kelompok umur,” tuturnya.
Persaingan juga berkaitan dengan pembentukan tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON). Saat ini, empat atlet loncat indah telah tergabung dalam tim Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Osaka.
Namun, komposisi tim tidak bersifat permanen. Peluang atlet untuk masuk maupun bertahan di dalam tim ditentukan melalui mekanisme promosi dan degradasi berdasarkan hasil serta perkembangan performa dalam kejuaraan internal, Kejurprov, dan kompetisi tingkat nasional.
Dengan mekanisme tersebut, atlet dituntut menjaga konsistensi sekaligus terus meningkatkan kualitas loncatan agar mampu bersaing memperebutkan tempat di tim daerah.
Di sisi lain, perluasan partisipasi kabupaten/kota tetap menjadi pekerjaan penting dalam pembinaan. Eka menyebut jumlah daerah yang mengikuti Kejurprov terus bertambah, dari lima daerah, kemudian tujuh daerah, hingga mencapai 10 kabupaten/kota pada tahun ini.
“Mudah-mudahan di Kejurprov berikutnya jumlah kabupaten/kota terus bertambah, sampai 13 kabupaten/kota bisa ikut,” harapnya.
Peningkatan jumlah peserta dan keterlibatan daerah diharapkan memperluas basis penjaringan atlet potensial di Kalimantan Selatan.
Dengan pembinaan berjenjang dan kompetisi yang berkelanjutan, semakin banyak atlet diharapkan memiliki kesempatan berkembang dari kategori pemula hingga senior dan bersaing pada kejuaraan nasional maupun internasional.

Posting Komentar