Desa Mahela Andalkan Inovasi Sanitasi untuk Ubah Kebiasaan Hidup Bersih Warga

foto: kalselprov.go.id
ket: Tim juri meninjau pelaksanaan program dan inovasi sanitasi yang diterapkan masyarakat Desa Mahela.


BUNGKAM,COM, HULU SUNGAI TENGAH  - Upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat terus dikembangkan masyarakat Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Sejumlah inovasi sanitasi diterapkan di tingkat keluarga sebagai bagian dari gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).


Praktik tersebut menjadi perhatian Tim Juri STBM Award Provinsi Kalimantan Selatan saat melakukan verifikasi lapangan di Desa Mahela, Kamis (8/10/2026). 


Tim tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga mencermati penerapan program sanitasi secara langsung di tengah masyarakat.


Beberapa inovasi yang dikembangkan Desa Mahela di antaranya Rumah Sehat 5 Menit (Rusman), Cuci Tangan Bersih dan Nyaman (Citra), Dapur Aman dan Higienis untuk Keluarga (Danita), serta Inovasi Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga (Ipalku).


Melalui Rusman, keluarga didorong melakukan pemeriksaan kebersihan rumah secara rutin selama lima menit. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi air bersih, jamban, tempat sampah, ventilasi hingga kebersihan lingkungan sekitar rumah.


Sementara Citra diarahkan untuk membangun kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun. Fasilitas cuci tangan ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau agar perilaku tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.


Di sisi lain, Danita mengajak keluarga memperhatikan kebersihan dapur, bahan makanan dan peralatan memasak. Program tersebut juga mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pola makan yang lebih bergizi.


Pengelolaan limbah rumah tangga menjadi perhatian melalui Ipalku. Inovasi tersebut ditujukan untuk mengolah air limbah sebelum dialirkan ke lingkungan sehingga potensi pencemaran dapat ditekan.


Perwakilan Tim Juri STBM Award Kalsel dari Bappeda Kalsel, Riza Arizani, mengatakan keberadaan inovasi tersebut perlu diikuti dengan perencanaan yang matang dan keberlanjutan program.


“Dari Bappeda ada beberapa aspek yang kami nilai, terutama terkait penganggaran dan perencanaan keberlanjutan di Desa Mahela,” ujarnya.


Berdasarkan pemeriksaan, program yang berkaitan dengan STBM telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran desa. Kolaborasi masyarakat juga mulai terlihat, termasuk melalui kegiatan swadaya dalam pengelolaan sampah.


Desa Mahela juga telah memiliki Surat Keputusan (SK) Tim STBM yang menjadi dasar penggerakan program di tingkat desa. Pemerintah desa bahkan telah merencanakan penambahan sambungan rumah (SR) pada 2027 sebagai bagian dari penguatan akses sanitasi.


Riza mengingatkan agar berbagai program yang telah berjalan tidak berhenti setelah penilaian. Pemeliharaan fasilitas dan keberlanjutan lima pilar STBM menjadi hal yang perlu diperhatikan agar perubahan perilaku masyarakat dapat bertahan.


“Kami sarankan ke depan Desa Mahela bisa merencanakan pemeliharaan dan keberlanjutan dari kegiatan STBM lima pilar,” tegasnya.


Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten HST, Syahruli, menilai hasil verifikasi dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, STBM seharusnya tidak hanya mengejar pemenuhan indikator, tetapi mampu melahirkan praktik sanitasi yang dapat dicontoh oleh wilayah lain.


Sementara itu, Kader PKM Herma Fatiah menyebut akses air bersih, pengelolaan air limbah dan sampah masih menjadi sejumlah kebutuhan yang perlu terus diperhatikan. Dukungan pemerintah desa melalui dana desa turut membantu keberlangsungan berbagai kegiatan STBM.


Verifikasi lapangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penilaian STBM Award Provinsi Kalsel 2026. Tim juri mencocokkan kondisi di lapangan dengan dokumen serta pelaksanaan lima pilar STBM yang telah dijalankan masyarakat.


Bagi Desa Mahela, penguatan sanitasi tidak berhenti pada pencapaian dalam ajang penghargaan. Keberhasilan program justru ditentukan dari kemampuan masyarakat mempertahankan kebiasaan hidup bersih, mengelola lingkungan dan menjalankan berbagai inovasi tersebut secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama