![]() |
| foto: Humas Pemko Banjarmasin ket: Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda |
BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Sesko TNI AU) angkatan ke-65 dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, saat menerima kunjungan kerja rombongan Pasis Sesko TNI AU di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (3/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan KKDN yang berfokus pada pengumpulan data spesifik dan investigasi terhadap manajemen penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.
Rombongan Pasis Sesko TNI AU dipimpin Paban I/Rendik Ditdik Seskoau TNI AU Kolonel Pnb Mohammad Sugiyanto selaku koordinator penanggulangan Karhutla. Kedatangan mereka diterima bersama jajaran Forkopimda dan SKPD terkait di lingkungan Pemko Banjarmasin.
Ananda menilai persoalan Karhutla membutuhkan perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
"Kami menyambut hangat kedatangan Pasis Sesko TNI AU dalam upaya menganalisa permasalahan Karhutla. Kita tahu keadaan Karhutla ini menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan lintas sektor," ujarnya.
Ia mengatakan, proses kajian yang dilakukan para pasis menjadi kesempatan untuk melihat persoalan Karhutla dari berbagai sudut pandang.
Karena itu, data yang diberikan pemerintah daerah harus mampu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ananda pun meminta SKPD terkait mendukung penuh proses pengumpulan data dengan menyampaikan informasi secara transparan dan menyeluruh.
"Ulun imbau SKPD terkait bisa memberikan data secara transparan, objektif, dan komprehensif agar hasil kajian pasis tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga menjadi masukan strategis bagi penguatan kebijakan penanggulangan karhutla khususnya di Kalimantan Selatan," tegasnya.
Menurut Ananda, hasil kajian tersebut akan lebih berarti apabila dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan Karhutla ke depan.
"Mudah-mudahan seluruh data yang diperlukan dapat diperoleh dengan baik serta dapat semakin memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan," tambahnya.
Sementara itu, Kolonel Pnb Mohammad Sugiyanto mengatakan kegiatan KKDN merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan membentuk kemampuan para perwira siswa dalam membaca dan menganalisis persoalan strategis.
Ia menjelaskan, para pasis tidak hanya mengumpulkan data melalui pertemuan dengan pemerintah daerah, tetapi juga mendatangi sejumlah instansi teknis untuk mendapatkan informasi yang lebih konkret.
"Sebagai lembaga pendidikan tertinggi di TNI AU, kami membina para pasis untuk berpikir strategis dan mampu menganalisis permasalahan nasional secara lebih mendalam," katanya.
Sugiyanto menambahkan, seluruh data yang diperoleh selama pelaksanaan KKDN akan diolah dan dianalisis untuk menghasilkan produk kajian.
"Ini jadi salah satu program KKDN para pasis, data yang kami kumpulkan nantinya akan dianalisis setiap malam untuk disusun menjadi produk strategis berupa naskah kajian maupun jurnal yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan di tingkat daerah maupun pemerintah pusat," jelasnya.
Ia berharap hasil kajian tersebut nantinya dapat memberikan gambaran sekaligus rekomendasi yang berguna bagi pengambil kebijakan dalam memperkuat strategi penanggulangan Karhutla.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran informasi antara Pasis Sesko TNI AU dan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam melihat tantangan kebencanaan dari sisi kebijakan, koordinasi maupun kondisi di lapangan.

Posting Komentar