Antisipasi Lonjakan Korban Kapal Virgo, RS Bhayangkara Siapkan Dua Freezer

 

Foto: bungkam.com
Ket: Evakuasi korban KM Virgo Transport 8

BUNGKAM.COM, BANJARMASIN — Guna mengantisipasi lonjakan kedatangan jenazah korban musibah Kapal Virgo secara bersamaan, Polda Kalimantan Selatan menyiagakan fasilitas pendingin (freezer) di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. 


Langkah strategis ini diambil demi memastikan kondisi jenazah tetap terjaga selama proses identifikasi lanjutan berlangsung.


Kesiapan sarana penunjang tersebut mendapat perhatian penuh dari pimpinan polda setempat dalam mendukung kerja marathon tim kedokteran forensik.


"Menghadapi potensi kedatangan jenazah dalam jumlah banyak secara bersamaan, Polda Kalsel mendapat dukungan penuh dari Kapolda Kalsel terkait penyiapan fasilitas penyimpanan. Saat ini telah disiagakan dua unit fasilitas pendingin (freezer) jenazah di RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjaga kondisi jenazah selama menunggu hasil pemeriksaan laboratorium DNA keluar," ujar Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol. dr. Much Sofwan, di RS Bhayangkara Banjarmasin, Senin (21/9/2026).


Penyiapan sarana penyimpanan jangka panjang ini menjadi krucial mengingat proses pencocokan data fisik di lapangan kerap menemui jalan buntu akibat kondisi jenazah yang dievakuasi setelah bertolak beberapa hari dari waktu kejadian.


"Kedatangan jenazah yang melewati hari kelima biasanya mengalami banyak kendala. Karena pemeriksaan dari kedokteran forensik, odontologi forensik, INAVIS, serta pencocokan data antemortem dan postmortem mengalami kesulitan," ungkapnya.


Di sisi lain, tim gabungan terus mematangkan integrasi data keluarga korban. Hingga kini, tercatat sekitar 135 data antemortem telah dikumpulkan dari hasil lintas kolaborasi antara Polda Kalsel, Polda Jawa Timur, dan Polda Jawa Barat. 


Meski demikian, penyisiran ulang tetap dilakukan untuk mengeliminasi adanya data ganda dari pihak keluarga yang mendaftar di titik berbeda.


Apabila identifikasi primer seperti sidik jari, medis, dan gigi forensik tak lagi memungkinkan, pengujian sampel tes DNA menjadi tumpuan akhir. 


Sampel dari jenazah beserta keluarga terdekat akan langsung diterbangkan ke Laboratorium DVI di Jakarta tanpa harus menunggu pengiriman secara kolektif.


"Pengambilan sampel DNA baik dari jenazah maupun keluarga antemortem yang mendekati akan kami kirim ke Jakarta untuk pemeriksaan laboratorium. Prosesnya biasanya memakan waktu sekitar dua minggu, namun bisa lebih cepat sekitar satu minggu jika antrean laboratorium tidak padat," jelas Kombes Pol. dr. Much Sofwan.


Proses yang memakan waktu ini diharapkan dapat dimaklumi oleh publik dan keluarga yang tengah menanti kepastian anggota keluarganya.


"Kami mohon kesabaran dari pihak keluarga korban dan rekan-rekan wartawan. Seluruh tim, baik DVI Polda Jatim, Jabar, Kalsel, hingga Pusident Bareskrim Polri terus bekerja keras dan maksimal," tutupnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama