Pasar Lama Dilalap Api, Kerugian Warga Ditaksir Capai Rp5 Miliar

foto: istimewa
ket: Kebakaran di Kawasan Jalan Pasar Lama Laut, Banjarmasin Tengah


BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Lama Laut, Banjarmasin Tengah, Rabu (16/9/2026) dini hari, tak hanya menghanguskan bangunan. Api juga merenggut tempat tinggal sekaligus sumber penghasilan puluhan warga.


Sedikitnya 14 kios atau rumah berbahan kayu di RT 2, Kelurahan Pasar Lama, ludes terbakar. Bangunan-bangunan tersebut selama ini digunakan warga untuk berdagang sekaligus menjadi tempat tinggal bersama keluarga.


Data sementara mencatat, kebakaran berdampak terhadap 21 kepala keluarga atau 48 jiwa. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.


Ketua RT 2 Kelurahan Pasar Lama, Syauki, mengatakan dirinya langsung berupaya membangunkan warga setelah mengetahui api mulai membesar.


“Begitu dengar teriakan kebakaran dan pukulan tiang listrik, saya keluar. Api sudah besar. Lalu saya gedor masing-masing pintu yang berpenghuni,” ujarnya.


Menurut Syauki, kondisi bangunan yang mayoritas sudah lama dan berbahan kayu membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.


Salah satu warga yang kini harus kehilangan tempat usaha adalah Nisa, 33, pedagang kelapa parut. Kios yang menjadi tempat berjualan sekaligus tempat tinggal keluarganya turut dilalap api.


Bukan hanya bangunan, barang dagangan yang baru didatangkan juga ikut musnah. Nisa menyebut sekitar 1.000 buah kelapa yang belum sempat dijual terbakar bersama sejumlah mesin pengolah kelapa.


“Sekitar seribu biji kelapa baru datang dan belum sempat keluar atau dijual. Kerugian cukup besar. Selain kelapa, mesin-mesin juga tidak sempat diselamatkan,” ungkapnya.


Saat api berkobar, ayah Nisa yang tinggal di bagian belakang kios bahkan sudah bersiap memulai aktivitas berdagang. Namun, rencana mencari nafkah pagi itu berubah menjadi upaya menyelamatkan diri dan keluarga.


Kini, Nisa hanya berharap ada bantuan agar para pedagang yang terdampak bisa kembali menjalankan usaha.


“Saya harapkan dari pemerintah bagaimana kami di sini bisa kembali berjualan untuk menyambung hidup,” harapnya.


Kebakaran diketahui pertama kali muncul dari bagian belakang kios pedagang sayur yang berada di samping Warung H Sabri atau Warung Hallo. Saat itu aktivitas pasar mulai berlangsung.


Warga yang mengetahui kejadian berusaha membangunkan penghuni kios sekaligus menyelamatkan barang-barang yang masih memungkinkan untuk dievakuasi.


Proses pemadaman pun berlangsung tidak mudah. Relawan pemadam kebakaran harus berjibaku hampir dua jam untuk mengendalikan kobaran api. Air Sungai Martapura yang berada tidak jauh dari lokasi dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman.


Namun, kondisi bangunan dan atap seng menjadi salah satu kendala bagi petugas saat melakukan penyemprotan. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.30 Wita.


Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Bimasa Zebua membenarkan peristiwa tersebut. Polisi menerima informasi kebakaran sekitar pukul 04.50 Wita.


“Tidak ditemukan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut,” kata Bimasa.


Selain 14 unit toko atau rumah, sebagian bangunan musala turut terbakar. Pos Polisi Pasar Lama juga terdampak akibat kebakaran tersebut.


Berdasarkan keterangan saksi bernama Abdul Rauf, api pertama kali terlihat sudah membesar di bagian belakang salah satu toko. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.


Sejumlah barisan pemadam kebakaran yang datang ke lokasi langsung melakukan penyemprotan hingga kobaran api berhasil dipadamkan.


Untuk sementara, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik.


“Untuk penyebab kebakaran, kami menduga api berasal dari korsleting listrik,” ujar Bimasa.


Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut sementara ditaksir mencapai Rp5 miliar. Polisi masih melakukan pendataan serta penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.


Bagi para korban, persoalan kini bukan sekadar kehilangan bangunan. Mereka harus kembali memikirkan bagaimana memulai usaha dari awal setelah tempat tinggal dan sumber penghasilan mereka habis dalam hitungan jam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama