Truk Nyungsep ke Sungai, Jembatan Saka Harang Mantuil Ambruk dan Lumpuhkan Akses Warga

foto: bungkam.com,
ket: kondisi jembatan saka harang ambruk setelah
dilalui truk dump

 


BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Akses menuju Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, mendadak lumpuh setelah Jembatan Saka Harang ambruk saat dilintasi sebuah truk dump, Minggu (30/8), sekira pukul 13.30 WITA.


Truk dump berwarna merah tersebut terperosok hingga bagian belakang kendaraan dan muatannya masuk ke dasar sungai. Sementara bagian depan truk masih tersangkut di atas sisa konstruksi jembatan.


Ambruknya jembatan membuat badan jalan penghubung warga tidak dapat lagi dilalui kendaraan. Kondisi ini sekaligus menimbulkan kekhawatiran karena sebagian konstruksi jembatan terlihat patah dan berpotensi kembali runtuh.


Ketua LPMK Mantuil, Hamdani mengatakan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, satu unit truk dump mengalami kerusakan dan masih berada di sungai.


“Telah terjadi kecelakaan, salah satu truk jatuh ke sungai saat melintasi jembatan. Ini kelihatannya jembatan bisa runtuh total dan tidak bisa diapa-apakan lagi,” ujar Hamdani.


Menurut Hamdani, kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian pemerintah. Pasalnya, Jembatan Saka Harang merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.


Tidak hanya warga, jalur tersebut juga menjadi akses sejumlah perusahaan yang menjalankan aktivitas operasional di kawasan Mantuil.


Ia berharap Pemerintah Kota Banjarmasin maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera mengambil langkah penanganan.


“Ini agar benar-benar menjadi perhatian dari pemerintah. Akses ini digunakan umum oleh warga dan beberapa perusahaan. Mudah-mudahan ada tindak lanjut secepatnya,” harapnya.


Ambruknya Jembatan Saka Harang langsung berdampak pada warga yang hendak keluar maupun masuk ke Kelurahan Mantuil.


Alamsyah, warga Bromo, menjadi salah satu warga yang terdampak. Ia mengaku terkejut saat mengetahui jembatan tersebut tidak bisa lagi dilintasi ketika dirinya bersama keluarga hendak pulang dari Gambut.


Tidak dapat menggunakan kendaraan, Alamsyah bersama keluarganya terpaksa memanfaatkan jasa getek untuk menyeberang.


“Jadi sementara terpaksa harus naik getek untuk nyeberang, dan itu juga bayar nyeberangnya,” tutur Alamsyah.


Menurut Alamsyah, kondisi Jembatan Saka Harang memang sudah cukup memprihatinkan. Ia menyebut bagian jembatan sebelumnya telah beberapa kali mengalami perbaikan.


“Jembatan ini satu-satunya jalur ke Kelurahan Mantuil. Jembatannya ini sudah tumpang tindih juga ditambal-tambal,” ungkapnya.


Warga kini berharap pemerintah segera melakukan penanganan. Selain mengevakuasi truk yang terperosok, alat berat juga diharapkan segera dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan.


Pembangunan jembatan darurat dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar akses warga tidak lumpuh berkepanjangan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jalur alternatif resmi yang dapat digunakan masyarakat menuju Kelurahan Mantuil.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama