![]() |
| foto: bungkam.com, ket: Korem 101/Antasari bersama Balak DAM XXII/TB menggelar salat Istisqa |
BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Di tengah kondisi kekeringan dan masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, Korem 101/Antasari bersama Balak DAM XXII/TB menggelar salat Istisqa.
Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus bentuk dukungan Korem 101/Antasari dalam membantu pemerintah daerah menangani bencana karhutla yang masih terjadi.
Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus mengatakan, salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Kalimantan Selatan.
“Di salat Istisqa ini kita bermunajat, beristigfar, memohon ampun pada Allah SWT, semoga di Provinsi Kalimantan Selatan ini diturunkan hujan,” ujar Ilham.
Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini turut memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan. Turunnya hujan sangat diharapkan untuk dapat membasahi lahan, termasuk kawasan gambut, sehingga potensi meluasnya karhutla dapat ditekan.
“Kita ketahui bersama, sampai dengan saat ini masih ada kebakaran hutan dan lahan dan terjadi kekeringan. Harapan kami dengan salat Istisqa ini, hujan rahmat bisa diturunkan sehingga gambut bisa dibasahi dan tidak terjadi kekeringan, dan karhutla sudah dapat diakhiri,” katanya.
Selain menggelar salat Istisqa, Korem 101/Antasari juga terus melakukan langkah penanganan di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena terdapat titik api.
Ilham mengungkapkan, setidaknya ada tiga lokasi yang saat ini perlu diwaspadai, yakni Pengayuan, Guntung Damar, dan kawasan Hutan Lindung.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Korem 101/Antasari mengerahkan prajurit untuk membantu pembangunan sumur bor.
“Memang ada tiga titik yang perlu kita waspadai, yaitu di Pengayuan, kemudian di Guntung Damar, kemudian satu lagi di Hutan Lindung,” ungkap Ilham.
“Khususnya di Pengayuan ini memang tidak ada sama sekali sumber air, sehingga saya memerintahkan prajurit kita untuk membantu pembangunan sumur bor,” sambungnya.
Sumur bor tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi sumber air untuk mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran.
"Air yang dihasilkan akan ditampung di embung sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan pemadaman," ucapnya.
Tak hanya mengandalkan pemadaman, Korem 101/Antasari juga memperkuat upaya pencegahan dengan mengerahkan personel di lokasi rawan karhutla.
“Kita sudah mengerahkan personel di setiap titik karhutla ini, itu 100 orang,” beber Ilham.
Para prajurit juga melakukan patroli bersama serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Sementara untuk penanganan kebakaran yang sudah terjadi, upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat maupun udara dengan dukungan water bombing.
“Kita melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara yaitu dengan water bombing,” pungkasnya.
Korem 101/Antasari berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh unsur terkait dapat terus diperkuat sehingga karhutla di Kalimantan Selatan dapat segera dikendalikan dan berakhir.

Posting Komentar