Kalsel Siapkan Atlet Disabilitas Menuju Peparnas 2028 Lewat Pekan Paralimpik Daerah

foto: kalselprov.go.id
ket: Pembinaan atlet disabilitas di Kalimantan Selatan

BUNGKAM.COM, KALSEL - Pembinaan atlet disabilitas di Kalimantan Selatan mulai diarahkan pada persiapan jangka panjang menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028. 


Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel yakni menggelar Pekan Paralimpik Daerah pada awal September 2026.


Melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, ajang tersebut dirancang sebagai ruang untuk mengukur perkembangan pembinaan atlet dari 13 kabupaten/kota sekaligus melihat potensi atlet yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat nasional.


Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, mengatakan Pekan Paralimpik Daerah tahun ini akan difokuskan pada dua cabang olahraga, yakni atletik nomor tolak dan lempar serta panahan.


“Awal bulan September kami akan melaksanakan Pekan Paralimpik Daerah. Ini juga merupakan salah satu ajang untuk periapan Peparnas nantinya di tahun 2028,” ujar Anugrah di Banjarmasin, Kamis (20/8/2026).


Menurutnya, kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Atlet yang tampil tidak hanya memperoleh kesempatan bertanding, tetapi juga dapat menunjukkan kemampuan hasil pembinaan yang telah dilakukan di daerah masing-masing.


Pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah direncanakan berlangsung di Sekretariat NPCI Kalsel, kawasan Trikora, dengan melibatkan atlet dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel.


“Nanti akan diikuti oleh kawan-kawan dari 13 kabupaten/kota,” jelasnya.


Pemilihan atletik dan panahan dilakukan melalui koordinasi antara Dispora Kalsel dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel. 


Kedua cabang tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sekaligus menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Peparnas mendatang.


“Kedua cabang olahraga itu merupakan salah satu cabang olahraga unggulan dari NPC Kalimantan Selatan. Sehingga kita perlombakan dalam rangka mempersiapkan atlet untuk menghadapi Peparnas nantinya,” sebutnya.


Sementara itu, Wakil Ketua III NPCI Kalsel, Sarmidi, menjelaskan pihaknya bersama Dispora telah melakukan koordinasi mengenai cabang olahraga hingga kebutuhan teknis pelaksanaan.


"Atletik dan panahan dipilih karena kedua cabang tersebut juga dipertandingkan pada Peparnas," sebutnya.  


Dengan demikian, kompetisi tingkat daerah diharapkan dapat menjadi salah satu tahapan untuk memantau kesiapan atlet sebelum menghadapi agenda nasional.


“Ini selaras dengan agenda di 2028. Salah satunya cabang yang memang masuk di Peparnas. Jadi kita pilih dari sekian banyak cabor itu yang memungkinkan untuk kita laksanakan,” ujarnya.


Untuk atletik, nomor yang dipertandingkan meliputi tolak peluru, lempar cakram dan lempar lembing dengan berbagai klasifikasi. 


Sementara panahan akan mempertandingkan nomor nasional, recurve dan compound.


Sarmidi menilai Pekan Paralimpik Daerah juga penting untuk memberikan ruang kepada setiap daerah dalam memperlihatkan hasil pembinaan atlet yang telah dilakukan selama ini.


“Harapannya pertama sukses dan lancar. Kemudian tentunya ini akan memberi kesempatan kepada daerah untuk memperlihatkan hasil dari pembinaan mereka,” pungkasnya.

 

Dengan mempertemukan atlet dari 13 kabupaten/kota, Pekan Paralimpik Daerah diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari pemetaan kekuatan atlet disabilitas Kalsel.


 Hasil dari ajang tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan menuju Peparnas 2028.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama