![]() |
| foto: kalselprov.go.id ket: Kalsel Expo |
BUNGKAM.COM, BANJARBARU – Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terus diarahkan agar tidak sekadar menjadi tahapan akhir dalam menangani sampah, tetapi juga memberikan manfaat melalui inovasi dan edukasi kepada masyarakat.
Hal tersebut diperkenalkan UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula melalui keikutsertaannya dalam Kalsel Expo, Kamis (13/8/2026).
Kehadiran stand tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh berbagai upaya pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Regional Banjarbakula.
“Yang ingin kami tunjukkan sebenarnya adalah edukasi kepada masyarakat bahwa TPA ini bukan tempat sampah,” ujar Kepala UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula, Yudhi Syarif.
Menurutnya, keberadaan TPA memiliki fungsi yang lebih luas karena di dalamnya terdapat berbagai proses pengelolaan sampah yang dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam Kalsel Expo berkaitan dengan pengelolaan gas metan yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah.
Gas tersebut berupaya ditangkap dan dikelola sehingga tidak dilepaskan begitu saja ke atmosfer.
“Yang pertama itu terkait dengan pengelolaan gas metan di TPA kami. Kami berusaha menangkap gas metan yang dihasilkan, kemudian dikelola atau dibakar untuk bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Pengelolaan gas metan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengelolaan sampah.
Gas metan sendiri merupakan salah satu gas rumah kaca yang perlu dikendalikan agar tidak memberikan dampak lebih besar terhadap lingkungan.
Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa pengelolaan sampah di TPA tidak berhenti pada proses penimbunan, tetapi juga mencakup berbagai langkah untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Keikutsertaan dalam Kalsel Expo sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi TPA sebagai ruang edukasi.
Masyarakat dan kalangan akademisi nantinya diharapkan dapat memperoleh pengetahuan maupun melakukan penelitian terkait pengelolaan sampah.
“Dengan TPA ini kami mengharapkan juga nanti ke depannya sebagai pusat edukasi dan penelitian,” katanya.
Pengembangan fungsi tersebut dinilai dapat membuka perspektif baru mengenai keberadaan TPA.
Selain menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah, kawasan TPA dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan Kalsel Expo, stand UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula juga menghadirkan sejumlah informasi dan inovasi untuk menarik perhatian pengunjung.
Hadiah sederhana turut disiapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong masyarakat datang dan mengenal pengelolaan sampah lebih dekat.
Ke depan, UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah dapat semakin luas diterima masyarakat.
Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat TPA sebagai lokasi akhir sampah, tetapi juga sebagai bagian penting dari upaya menjaga lingkungan.

Posting Komentar