Demi Air Bersih Warga, Wali Kota Banjarmasin Turun Langsung Pantau Pengerukan Intake Sungai Bilu

foto: istimewa,
ket: wali kota banjarmasin bersama dirut pam bandarmasih
pantau langsung pengerukan di intake sungai bilu


BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Upaya menjaga ketersediaan air baku untuk kebutuhan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PT Air Minum Bandarmasih. 


Salah satunya dengan mengoptimalkan pengambilan air baku melalui pengerukan sedimen di mulut Intake Sungai Bilu.


Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR, bersama Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi turun langsung meninjau proses pengerukan tersebut pada Selasa (25/8) malam.


Pengerukan dilakukan untuk mengangkat sedimen yang menumpuk di sekitar mulut intake dan dinilai menghambat aliran air menuju titik pengambilan.


Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memaksimalkan pengambilan air baku, terutama ketika kondisi Sungai Bilu sedang surut.


“Pengerukan mulut intake ini bertujuan menghilangkan sedimen yang menghambat aliran sungai. Dengan begitu, saat kondisi surut, pengambilan air baku bisa dilakukan semaksimal mungkin,” jelas Zulbadi.


Menurutnya, kondisi pasang menjadi salah satu kendala dalam proses pengambilan air baku. Sebab, saat air laut masuk, terjadi intrusi yang membuat air tidak dapat langsung dimanfaatkan.


Karena itu, kebersihan dan kondisi mulut intake menjadi faktor penting dalam menjaga optimalisasi pengambilan air baku.


“Kalau sedimennya hilang dan mulut intake bersih, pengambilan air baku melalui Intake Sungai Bilu bisa kita maksimalkan,” katanya.


Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR menilai ketersediaan air baku merupakan salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius. 


Menurutnya, pengerukan sedimen menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.


“Kita ingin memastikan Intake Sungai Bilu ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sedimen yang menghambat aliran harus segera ditangani, sehingga ketika air surut, pengambilan air baku bisa lebih optimal,” ujar Yamin.


Yamin juga menekankan pentingnya memastikan stok air baku tetap mencukupi agar proses pengolahan hingga pendistribusian air bersih kepada pelanggan dapat berjalan lancar.


Terlebih, optimalisasi Intake Sungai Bilu diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pelayanan masyarakat di wilayah Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara.


“Yang paling penting bagaimana air baku ini cukup, kemudian bisa diolah secara maksimal dan distribusinya semakin lancar. Kita ingin masyarakat, khususnya di wilayah Banjarmasin Barat dan Utara, mendapatkan pelayanan air bersih yang lebih baik,” tegasnya.


Pengerukan mulut Intake Sungai Bilu diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengambilan air baku sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Banjarmasin.


 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama