Dari Rumah Tangga ke UMKM, FEB ULM Dorong Warga Kayu Tangi Kelola Sampah Jadi Pupuk Kompos

foto : istimewa, ket : tim pdwa feb ulm serahkan bantuan alat komposter ke ilm hijau lestari kayu tangi II



BUNGKAM.COM, BANJARMASIN – Upaya mengurangi persoalan sampah di Kota Banjarmasin terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. 


Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA), tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) memberikan bantuan sarana pengelolaan sampah sekaligus pelatihan pembuatan pupuk kompos kepada warga Kayu Tangi 2 RT 20, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis (18/6).

Dalam kegiatan tersebut, tim PDWA FEB ULM menyerahkan dua unit tong sampah untuk pemilahan sampah organik dan anorganik serta dua alat komposter kepada IKM Hijau Lestari. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Tim PDWA FEB ULM, Dr. Hj. Dahniar, bersama anggota tim kepada para agen dan pegiat 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang aktif di wilayah tersebut.


Program bertajuk “Optimalisasi Digital Marketing Pupuk Kompos IKM Hijau Lestari” itu merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang secara rutin dilaksanakan FEB ULM setiap tahun.


Tak hanya memberikan bantuan peralatan, tim PDWA juga menggelar pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos serta memberikan edukasi mengenai manfaat kompos bagi lingkungan maupun sektor ekonomi masyarakat.


Dr. Hj. Dahniar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi dosen dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Banjarmasin.


Menurutnya, keberadaan agen 3R menjadi ujung tombak dalam mengajak masyarakat mengelola sampah sejak dari rumah. 


"Warga didorong untuk mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mengolah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna," ujar Dr Hj Dahniar.


Ia menambahkan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di kawasan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat, dan berhasil mendorong masyarakat setempat memproduksi pupuk kompos secara mandiri.


Keberhasilan tersebut menjadi alasan tim PDWA FEB ULM memperluas program ke wilayah Kayu Tangi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.


Lebih jauh, Dahniar berharap keterampilan mengolah sampah menjadi kompos tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu berkembang menjadi peluang usaha berbasis UMKM yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing lebih luas.


Sementara itu, Ketua RT 20 Kayu Tangi II, H. Hartoyo, menyambut baik bantuan dan pelatihan yang diberikan oleh tim FEB ULM. 


Ia menilai program tersebut memberikan tambahan wawasan sekaligus solusi praktis bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.


Hartoyo optimistis ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut dapat diterapkan langsung oleh warga sehingga sampah organik yang selama ini terbuang dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat.


"Dengan langkah tersebut, kita berharap lingkungan Kayu Tangi II menjadi lebih bersih, sehat, dan terhindar dari penumpukan sampah di masa mendatang," pungkasnya. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama